Sanofi Kampanye Santap Aman Precaution Vaccination Agains Typhoid & Other Foodborne Diseases

#SantapAman ala Dentist.Chef & Hasian

Dear foodies around the world, have you ever heard about Foodborne Diseases ? now pay attention !

Street Food of Phnom Penh Cambodia

You may heard about food poisoning but astrange of salmonelosis or typhoid fever. Most infections are due to ingestion of food contaminated by animal feces, or by human feces, such as by a food-service worker at a commercial eatery. Salmonella serotypes can be divided into two main groups; typhoidal and nontyphoidal.

Nontyphoidal serotypes can be transferred from animal-to-human and from human-to-human. They usually invade only the gastrointestinal tract and cause salmonellosis. Nontyphoidal Salmonella can be invasive and cause paratyphoid fever, which requires immediate treatment with antibiotics. Typhoidal serotypes can only be transferred from human-to-human, and cancause food-borne infection, typhoid fever, and paratyphoid fever.

Street Food of Vietnam

Typhoid fever is caused by Salmonella invading the bloodstream (the typhoidal form), or in addition spreading throughout the body, invading organs, and secreting endotoxins (the septic form). This can lead to life-threatening hypovolemic shock and septic shock, and requires intensive care including antibiotics.

APA ITU FOOD BORNE DISEASE ???

Food borne disease adalah penyakit dari makanan terkontaminasi kuman penyakit; baik kuman yang bersifat toksis maupun infeksius. Bakteri yang menyebabkan Food Borne  dapat menginvasi saluran pencernaan sehingga menyebabkan terjadinya infeksi pada mukosa usus.

Street Food of Hong Kong

Pada beberapa bakteri patogen bahkan dapat mengeluarkan toksin yang dapat masuk ke dalam darah dan menyebabkan kerusakan pada jaringan lain yang ada dalam tubuh. Bahan pangan merupakan agen perantara yang baik bagi bakteri tersebut untuk berkembang karena memiliki substrat yang cukup bagi bakteri tersebut untuk tumbuh dan berkembang.

Salmonelosis itu apa ?

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella pada saluran usus. Penyakit Salmonellosis ini merupakan penyakit yang umum terjadi. Penyakit ini dapat menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella. Penyakit ini sangat terkait dengan kondisi higienitas perorangan dan lingkungan.

Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella sama seperti salmonelosis, akan tetapi pada tifus kuman Salmonella menginfeksi sistemik ke dalam peredaran darah.

Apa beda Salmonelosis dgn Tifus ?

Siapa saja bisa terserang bakteri Salmonella, terutama pada daerah endemis seperti di Indonesia ini. Beberapa kelompok orang yang lebih rentan terkena salmonellosis. Salmonelosis dapat terjadi bersamaan dengan demam tifus, sehingga menimbulkan reaksi sakit lokal gastroentestinal atau saluran cerna serta reaksi sistemik seperti demam dan gejala penyerta lainnya.

Typhoid Vaccinated; bye-bye Typhoid Fever & Salmonelosis

Faktor Risiko Salmonellosis

Siapa saja bisa terserang bakteri Salmonella, terutama pada daerah endemis seperti di Indonesia ini. Beberapa kelompok orang yang lebih rentan terkena salmonellosis diantaranya:

  • Infant & Geriatry;usia yang rentan terinfeksi bakteri Salmonella, antara lain bayi, anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, atau usia lebih dari 65 tahun.
  • Immunocompromized; sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang dengan HIV / AIDS, pasien transplantasi organ, dan orang yang menerima pengobatan kemoterapi dan radiasi.
  • Mengidap penyakit peradangan usus sebelumnya, sel-sel selaput lendir pada usus yang sudah mengalami kerusakan sebelumnya lebih rentan terinfeksi bakteri Salmonella.
  • Penggunaan antasida dapat menyebabkan penurunan pH dalam lambung, sehingga bakteri Salmonella dapat lebih mudah bertahan hidup dan menginfeksi usus.
  • Penggunaan antibiotik minum tanpa indikasi yang tepat dapat menurunkan jumlah bakteri baik dalam usus, sehingga Salmonella dengan mudah menginfeksi usus.

Gejala Tifus

Orang yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella dapat mengalami gejala-gejala, antara lain: 

  • Diare;
  • Mual dan muntah;
  • Demam dan menggigil;
  • Keram perut;
  • Sakit kepala; dan
  • Terdapat darah dalam tinja.
Street food of Bali Indonesia

Diagnosis Salmonellosis 

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan menanyakan riwayat gejala penyakit, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang terkait penyakit Salmonellosis. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium darah, urine, dan pemeriksaan tinja. Pemeriksaan penunjang lainnya dapat dilakukan pemeriksaan serologis, yaitu pemeriksaan antigen dalam darah terhadap kuman Salmonella.

Street Food of Bangkok Thailand
  • Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi pada infeksi Salmonella yang berat adalah pecahnya atau robeknya dinding usus (perforasi usus) yang dapat menyebabkan peradangan pada selaput pembungkus dinding perut atau peritonitis. Gejala yang dapat timbul jika terjadi komplikasi ini adalah tidak dapat buang gas atau buang air besar, nyeri perut hebat, penurunan tekanan darah, hingga penurunan kesadaran. Komplikasi lainnya dari Salmonellosis ini adalah penyebaran bakteri melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh yang dapat mengancam nyawa.

Pengobatan Salmonellosis

Infeksi Salmonella yang ringan biasanya sembuh dalam 5–7 hari, dan sebagian besar tidak memerlukan perawatan khusus selain minum banyak cairan. Pada infeksi yang berat, perlu untuk mendapatkan rehidrasi dengan cairan intravena melalui infus. Obat antibiotik diberikan pada kondisi ini, seperti golongan ampicillin, kloramfenikol, kotrimoksazol, dan lainnya tergantung kondisi pengidap sesuai rekomendasi dari dokter.

Obat-obatan antidiare, seperti loperamid sebaiknya dihindari. Walaupun gejala diare akan berkurang setelah pemberian antidiare, tetapi penggunaan obat ini dapat memperlama infeksi Salmonella ini. Selain itu obat-obatan lain untuk mengurangi gejala lainnya dapat diberikan, seperti obat penurun demam dan obat antimual.

Ketika mengalami gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya (diare, muntah, demam, dan kram perut) dan berlangsung selama 4–7 hari, maka dianjurkan untuk segera menemui dokter. Sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri di rumah, diskusikan dengan dokter, karena jika penanganan telat dapat terjadi komplikasi berbahaya. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu

Pencegahan Salmonellosis

Beberapa upaya pencegahan terhadap salmonellosis, meliputi:

  • Mencuci bersih dengan air mengalir bahan-bahan makanan dan alat-alat makan;
  • Memasak makanan dan air untuk minum sampai benar-benar matang
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir segera setelah kontak dengan hewan-hewan, lingkungan, atau kontak dengan pengidap.
Makanan Bintang Lima Sudah Pasti Aman ? BELUM TENTU !

Kampanye #SantapAman dari Sanofi Pasteur

Sanofi Pasteur Indonesia pada tanggal 11 November 2021 bersamaan dengan Hari Kesehatan Nasional Indonesia menginisiasi kampanye #SantapAman untuk mensosialisasikan pentingnya mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyakit menular melalui makanan atau food borne disease terutama penyakit tifoid. Melalui vaksinasi, tubuh mendapatkan perlindungan ekstra dan kita bisa menyantap berbagai makanan dan minuman tanpa rasa khawatir.

Beli Makanan Online

Resiko kontaminasi makanan atau minuman bisa terjadi pada tahap mempersiapkan bahan makanan, proses pengolahan, penyajian, pengemasan, penyimpanan, dan bahkan tahap pengantaran makanan – baik yang disiapkan sendiri, dibeli, maupun melalui pemesanan. Perubahan pola perilaku dalam pembelanjaan makanan secara online yang meningkat sebanyak 97% juga patut diperhatikan. Pencegahan dapat maksimal dilakukan tapi tidak dapat 100% memastikan bahwa makanan atau minuman yang kita konsumsi terbebas dari kontaminasi kuman penyebab food borne disease seperti demam tifoid.

Makanan Beli Online diPLATING biar Instagramable

Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.Penyakit akut ini memiliki gejala demam yang meningkat secara bertahap tiap hari serta lebih tinggi pada malam hari, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan dan lemas, serta munculnya ruam. Pada anak-anak, tifoid disertai sering mengalami diare, sementara orang dewasa cenderung mengalami konstipasi.

Data WHO memperkirakan 11 – 20 juta orang sakit karena demam tifoid dan mengakibatkan kematian sebanyak 128.000 – 161.000 orang setiap tahunnya di seluruh dunia. Walaupun tingkat mortilitas atau kematian dari demam tifoid sekitar 20% , namun karena prevalensinya tinggi diantara populasi maka ancaman demam tifoid masih besar.

Kasus terbanyak demam tifoid terdapat di Asialatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia, demam tifoid termasuk penyakit endemik sebab prevalensi demam tifoid yang cukup tinggi yaitu mencapai 500 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Berdasarkan studi yang dilakukan di daerah kumuh di Jakarta, diperkirakan insidensi demam tifoid adalah 148.7 per 100.000 penduduk per tahun pada rentang usia 2 – 4 tahun, 180.3 pada rentang usia 5–15 tahun dan 51.2 pada usia diatas 16 tahun.

Salah satu jenis vaksin tifoid yang umum digunakan adalah vaksin tifoid injeksi polisakarida Vi. Data setelah pemantauan selama 20 bulan menunjukkan vaksin tifoid jenis ini memberikan perlindungan terhadap penyakit tifoid sebesar 74%.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI., mengatakan

Mengingat Indonesia masih merupkan negara endemik tifoid, maka vaksinasi merupakan langkah optimal serta efektif untuk mencegah demam tifoid. Cara kerja vaksinasi untuk penyakit tifoid yaitu meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi bakteri Salmonella Typhi. Vaksinasi dapat dilakukan mulai usia dua tahun ke atas dan untuk mendapatkan perlindungan maksimal, seseorang direkomendasikan mendapat vaksinasi tifoid setiap tiga tahun sekali.”

Di kesempatan yang sama, Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, dr. Dhani Arifandi T., menjelaskan mengenai latar belakang Kampanye #SantapAman.

“Di Sanofi Pasteur, kami berkomitmen menjadi mitra kesehatan terpercaya yang menyediakan perlindungan kesehatan berkualitas melalui vaksin dan mengedukasi berbagai pihak mengenai pentingnya vaksinasi. Di kampanye #SantapAman, kami mengajak semua pihak agar senantiasa menjaga higienitas saat menyiapkan makanan, rutin mencuci tangan, dan selangkah lebih maju dengan memberikan perlindungan untuk diri serta keluarga dari risiko penularan penyakit melalui makanan dengan melakukan vaksinasi tifoid agar kita lebih tenang saat menyantap makanan favorit.”

Chef dan pecinta kuliner, William Gozali yang akrab disapa Willgoz, yang turut hadir di acara yang sama menuturkan,

“Mencoba berbagai kuliner termasuk memasak menu baru yang sedang tren merupakan hal yang menyenangkan. Oleh karena itu, saya memastikan setiap tahapan proses pembuatan makanan atau minuman tetap mengutamakan higienitas. Hal ini selaras dengan Kampanye #SantapAman yang mengingatkan kita pentingnya vaksinasi tifoid agar kita bisa menikmati makanan dengan aman dan terhindar dari risiko penyakit demam tifoid.”

Jeju Island's BBQ: Using Different Scissors for Meat & Veggies; No Cross Contamination

Dentist Chef yang mana coba ???

Kampanye #SantapAman dilakukan melalui edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri terhadap penyakit tifoid di media dan media sosial @KenapaHarusVaksin. Vaksinasi tifoid dapat dilakukan di semua fasilitas kesehatan. Konsultasikan kepada dokter Anda untuk mendapatkan vaksinasi tifoid.

Best Street Food; Cook on The Spot !!!

Why Need Typhoid Vaccination

Typhoid vaccine can prevent typhoid fever. People who are actively ill with typhoid fever and people who are carriers of the bacteria that cause typhoid fever can both spread the bacteria to other people. we need to advocate that every food services person or every hospitality worker need to be typhoid vaccinated.

#SantapAman

Ayo VAKSIN TYPHOID sekarang juga, biar bebas kulineran dimana dan kemana aja.Dentist.Chef juga akan mensosialisasikan ke teman2 pekerja F&B biar ikutan divaksin tifus untuk mencegah penularan penyakit Food Borne Disease.

Tentang Sanofi   Sanofi didedikasikan untuk membantu manusia dalam menghadapi permasalahan kesehatan. Kami adalah perusahaan biofarmasi global yang fokus pada kesehatan manusia. Kami mencegah penyakit dengan vaksin serta menyediakan perawatan inovatif untuk mengatasi rasa sakit dan meringankan penderitaan. Kami berdiri bersama orang-orang yang mengidap penyakit langka dan jutaan lainnya yang menderita kondisi kronis jangka panjang.   Bersama lebih dari 100 ribu karyawan di 100 negara, Sanofi mengubah inovasi ilmiah menjadi solusi perawatan kesehatan di seluruh dunia.   Sanofi, Empowering Life.   Sanofi Pasteur, divisi vaksin di Sanofi, menyediakan lebih dari 1 miliar dosis vaksin setiap tahun, sehingga memungkinkan untuk dapat memvaksinasi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia. Sebagai pemimpin di industri vaksin di dunia, Sanofi Pasteur memiliki portofolio vaksin berkualitas tinggi yang selaras dengan keahliannya di tiap area dan memenuhi kebutuhan kesehatan publik. Sanofi Pasteur merupakan bagian sejarah perusahaan yang lebih dari satu abad lalu menciptakan vaksin yang melindungi kehidupan. Sanofi Pasteur adalah perusahaan terbesar yang seluruhnya didedikasikan untuk vaksin. Setiap hari, Sanofi Pasteur berinvestasi lebih dari €1 juta untuk penelitian dan pengembangan. Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.sanofipasteur.com atau www.sanofipasteur.us  

3 thoughts on “Sanofi Kampanye Santap Aman Precaution Vaccination Agains Typhoid & Other Foodborne Diseases

  1. Pengen yang Street food Bali 😀 enak banget sepertinya, eh sama yg foto terakhir #santapaman itu ikan mas bukan Ded?. Foto zoom meeting, dentistvschef no 3 dari kiri, ada namanya, dan ada dentist nya hehe 😉 . Btw waktu tinggal di Indo dari kecil smp dewasa sukaa bangett jajanan kaki lima, gorengan atau menu warung tenda kan lezatt, nah pas liburan ke Indo thn 2019 aq ga berani makanan pinggir jalan krn sdh 7 tahun kan ga menetap di Indo takutnya sakit perut, pas ada makan di resto aja aq makan tablet karbon aktif setelah bersantap 😆 agar ga sakit perut.

  2. Wow ulasannya lengkap banget. Jajan street food memang enak2, tapi terkadang emang bikin was2 juga akan kebersihannya. Makanya penting banget vaksin tifoid dulu ya sebelum kulineran 😀

  3. Halo, Pak drg. Dedy 😀 Wah, koleksi foto makanannya sungguh menggelora jiwa raga nih hahahah 🙂 Jadi kepengen kulineran terus deh. Iya, ya. Kita kudu proteksi diri dengan vaksin tifoid biar urusan manjain perut bisa jalan terus tanpa rasa was2 yang berlebihan. Tempat makan harus dipilih juga sih yang kelihatan bersih, selain rasanya yang kezat tentunya. TFS 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s